Dalam dunia radiologi dan penerbangan, uji kesesuaian pesawat sinar-X menjadi kunci keselamatan dan efektivitas. Standar pelacakan ini memastikan peralatan berfungsi optimal dan aman bagi pengguna maupun lingkungan sekitar.
Di Indonesia, lembaga uji kesesuaian seperti BAPETEN menetapkan regulasi ketat untuk memantau kinerja peralatan sinar-X. Standar ini mencakup parameter kebocoran radiasi, akurasi tegangan tabung, dan konsistensi output radiasi yang harus dipenuhi setiap perangkat.
Dilansir dari berbagai sumber, kami telah merangkum standar pelacakan pesawat sinar-X yang wajib diketahui oleh praktisi radiologi, teknisi, dan profesional penerbangan, sebagai berikut.
Di Indonesia, pengawasan dan pengujian pesawat sinar-X diatur secara ketat oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Beberapa peraturan utama yang menjadi acuan standar pelacakan pesawat sinar-X meliputi:
BAPETEN telah menerbitkan Peraturan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional.
Peraturan ini menggantikan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011 yang dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berdasarkan peraturan tersebut, hasil uji kesesuaian harus menunjukkan kondisi pesawat sinar-X dalam status:
Status ini ditentukan berdasarkan nilai lolos uji parameter yang tercantum dalam lampiran peraturan.
Salah satu parameter penting dalam uji kesesuaian adalah uji kebocoran radiasi. Menurut standar yang berlaku, nilai lolos uji yang diizinkan untuk kebocoran radiasi adalah ≤ 1 mGy/jam.
Dalam praktiknya, hasil pengujian yang aman biasanya menunjukkan nilai jauh di bawah batas tersebut, seperti contoh hasil uji yang menunjukkan nilai 0,0245 mGy/jam.
Selain itu, pesawat sinar-X tertentu juga harus memenuhi parameter uji kebocoran wadah tabung. Pesawat yang wajib menjalani uji ini meliputi:
Peraturan BAPETEN juga mengatur tindak lanjut dari hasil uji kesesuaian:
Dalam industri penerbangan, standar pelacakan pesawat sinar-X memiliki peran penting untuk menjamin keselamatan dan keandalan komponen pesawat.
Beberapa standar internasional yang digunakan meliputi:
Standar ini menjelaskan karakterisasi dan evaluasi kinerja detektor digital dalam pengujian sinar-X. ASTM E2697 menjadi acuan penting dalam memastikan kualitas gambar yang dihasilkan oleh sistem inspeksi sinar-X.
Sistem pelacakan sinar-X untuk pesawat harus memenuhi standar keselamatan radiasi internasional, seperti:
Teknologi pelacakan sinar-X memiliki berbagai aplikasi penting dalam industri penerbangan, di antaranya:
Inspeksi sinar-X digunakan untuk mengevaluasi kualitas pengelasan pada komponen pesawat seperti bagian fuselage, dudukan mesin, dan rangka struktural.
Teknologi ini membantu mengidentifikasi cacat seperti retak, fusi tidak sempurna, atau porositas yang dapat membahayakan integritas struktural pesawat.
Sinar-X digunakan untuk memeriksa komponen hasil pengecoran dan penempaan pada mesin pesawat, landing gear, dan bagian struktural lainnya.
Proses ini membantu mendeteksi cacat seperti porositas, inklusi, atau tegangan internal, memastikan keandalan dan ketahanan komponen-komponen kritis tersebut.
Inspeksi sinar-X digunakan untuk memverifikasi perakitan dan integrasi sistem pesawat yang kompleks, termasuk mesin, avionik, dan sistem hidrolik.
Hal ini memastikan komponen terpasang dengan benar, selaras, dan terhubung dengan baik, meminimalkan risiko kesalahan perakitan.
Teknologi sinar-X digunakan untuk mendeteksi benda asing seperti fragmen logam atau alat yang tidak sengaja tertinggal di dalam komponen pesawat selama proses manufaktur atau perawatan.
Deteksi FOD membantu mencegah potensi bahaya keselamatan dan memastikan keandalan sistem pesawat.
Sistem pelacakan sinar-X modern untuk pesawat terbang, seperti PKI 7210 X-Ray Aircraft Scanning System, menawarkan solusi unik untuk inspeksi keamanan pesawat.
Sistem ini mampu memindai pesawat mulai dari jet pribadi kecil hingga pesawat komersial berukuran sedang, memberikan operator kemampuan untuk mendeteksi ancaman, barang ilegal atau barang yang tidak dideklarasikan.
Fitur utama sistem pelacakan sinar-X modern meliputi:
Standar pelacakan pesawat sinar-X merupakan aspek penting dalam memastikan keamanan dan kualitas, baik dalam bidang radiologi diagnostik maupun industri penerbangan. Di Indonesia, BAPETEN telah menetapkan peraturan yang komprehensif untuk uji kesesuaian pesawat sinar-X, sementara standar internasional seperti ASTM E2697 menjadi acuan dalam industri penerbangan.
Aplikasi teknologi pelacakan sinar-X dalam industri penerbangan sangat luas, mulai dari inspeksi pengelasan, pemeriksaan komponen, verifikasi perakitan, hingga deteksi benda asing. Dengan sistem pelacakan sinar-X modern, keamanan dan keandalan komponen pesawat dapat ditingkatkan secara signifikan, menjamin keselamatan penerbangan secara keseluruhan.
Seiring dengan perkembangan teknologi, standar pelacakan pesawat sinar-X juga terus berkembang untuk mengakomodasi inovasi baru dan meningkatkan efektivitas dalam memastikan keamanan dan kualitas.